Akademisi Geografi FMIPA UI Berhasil Petakan Potensi Geowisata dan Bencana di Sukabumi
December 23, 2021
Akademisi Departemen Geografi FMIPA UI yang tergabung dalam Tim Kepedulian Masyarakat berhasil melakukan pemetaan potensi geowisata di Desa Cikarang Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi pada tanggal. Kegiatan tersebut dilakukukan mulai tanggal 30 November hingga 1 Desember 2021.
Pemetaan potensi geowisata ini masih menjadi rangkaian kegiatan program “PHYLLAGE” (Geography for Village) yang dilaksanakan selama lima hari, mulai tanggal 29 November hingga 4 Desember 2021.
Ketua tim Septian Agung Waluyo (Geografi 2019) menyebut, salah satu potensi yang berhasil dipetakan oleh ia dan timnya bersama masyarakat Desa Cikarang diantaranya adalah titik koordinat dan jalur trekking Curug Three in One. Dinamakan seperti itu karena curug tersebut terdiri dari tiga buah air terjun yangbertemu menjadi satu. Ketiga curug tersebut ialah Curug Nangsi, Curug Cibenda, dan Curug Cikupa.
“Lokasi itu merupakan tempat yang belum dikelola sehingga perlu untuk dikembangkan lagi. Walaupun banyak rintangan untuk mengakses lokasi-lokasi tersebut, tidak menurunkan semangat tim dan peserta dalam pelatihan”. kata Septian kepada tim Humas FMIPA UI.
“Hasil ini nantinya akan menjadi dasar dalam pembuatan peta geowisata Desa Cikarang dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata.” ujarnya.
Objek geowisata lainnya yang berhasil dipetakan ialah Curug Ciborohol yang juga berdekatan dengan Gua Cipicung dan Gua Oman. Semua objek ini dilakukan pemetaan dengan cara melakukan plotting and tracking sehingga didapatkan data titik koordinat objek beserta jalur untuk menuju objek tersebut. Informasi ini menjadi sangat penting untuk mengembangkan potensi geowisata yang ada di Desa Cikarang.
Tim yang terdiri dari dua belas mahasiswa dan satu dosen pendamping in juga diajak oleh warga desa untuk meninjau langsung objek geowisata Gua Baduy yang berlokasi di Desa Sukamanah, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi. Objek wisata ini memiliki kondisi cukup baik karena dikelola secara swadaya oleh masyarakat.
Tim melakukan survei dari pintu masuk hingga ke dalam gua untuk melihat kondisinya secara langsung. Di dalamnya tim menemukan stalaktit, stalagmit, hingga sungai bawah tanah yang arusnya cukup deras.
“Dengan Survei ini kami dapat melihat contoh pengembangan geowisata yang dapat diterapkan di desa lain dengan mengandalkan swadaya masyarakat dan kearifan local”. imbuhnya.
Selain potensi geowisata, program ini juga berhasil memetakan potensi rawan longsor di Desa Cikarang, Kabupaten Sukabumi. Topografinya yang berbukit hingga curam menyebabkan longsor menjadi salah satu bencana yang perlu untuk diantisipasi. Salah satu upaya antisipasi tersebut adalah dengan mengetahui wilayah yang berpotensi terjadi longsor sehingga dapat dilakukan mitigasi bencana dan tindakan preventif lainnya.
Dalam program ini, tim bersama warga desa melakukan survei ke lapangan untuk melihat secara langsung wilayah rawan longsor. Dihasilkan juga oleh tim yaitu sebuah peta rawan longsor di Desa Cikarang yang akan diberikan kepada perangkat desa setempat.
Hari Peduli Sampah Nasional, diperingati setiap tanggal 21 Februari. Sobat biru hitam pasti sudah tahu jika sampah yang menumpuk merupakan salah satu penyebab terjadi banjir diberbagai wilayah, khusunya di kota-kota
Di wilayah pesisir Maluku, gempa bumi bukan sekadar potensi, melainkan bagian dari realitas yang terus membayangi kehidupan masyarakat. Kesadaran akan risiko inilah yang mendorong kolaborasi lintas perguruan tinggi untuk menghadirkan
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) melalui Departemen Geografi melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) bertajuk “Digitalisasi Informasi Objek dan Peninggalan Lokal: Membangkitkan Jasinga Menuju Destinasi