FMIPA UI dan Fakultas Kesehatan UKIM Kolaborasi Pasang Teknologi Peringatan Gempa di Maluku

December 24, 2025

Di wilayah pesisir Maluku, gempa bumi bukan sekadar potensi, melainkan bagian dari realitas yang terus membayangi kehidupan masyarakat. Kesadaran akan risiko inilah yang mendorong kolaborasi lintas perguruan tinggi untuk menghadirkan teknologi peringatan dini langsung ke tengah warga.

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) bersama Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) berkolaborasi memasang enam unit Earthquake Warning Alert System (EWAS) di Kabupaten Maluku Tengah. Teknologi ini dirancang untuk membantu masyarakat menerima peringatan dini gempa secara cepat, sehingga memiliki waktu untuk merespons dan mengurangi risiko bencana.

Kegiatan pemasangan EWAS tersebut dilaksanakan pada 10–16 November 2025 dan mencakup dua wilayah pesisir, yakni Negeri Waai dan Pulau Nusalaut. Masing-masing lokasi dipasangi tiga unit EWAS sebagai bagian dari upaya penguatan mitigasi bencana berbasis teknologi.

Dalam kolaborasi ini, FMIPA UI berperan sebagai perguruan tinggi pendamping melalui dosen Program Studi Geofisika dan Geologi, Dr. Eng. Supriyanto, S.Si., M.Sc. Selain memberikan dukungan teknis, FMIPA UI juga mengembangkan pendekatan pemberdayaan masyarakat agar teknologi yang dipasang dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Pemasangan EWAS ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi dari perguruan tinggi dapat diterapkan secara langsung untuk keselamatan masyarakat,” ujar Supriyanto.

EWAS merupakan sistem deteksi otomatis yang mampu memberikan peringatan dini gempa dalam waktu singkat. Menurut Supriyanto, keberadaan sistem ini akan efektif apabila diiringi dengan pemahaman masyarakat mengenai cara kerja dan respons yang tepat ketika peringatan muncul.

Kegiatan ini terintegrasi dalam dua program pengabdian kepada masyarakat yang didukung pendanaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Program pertama adalah Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (PM-BEM) UKIM di Pulau Nusalaut yang diketuai oleh Vanny Leutualy, S.Kep., Ns., M.Kep. Sementara program kedua merupakan Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) Tahun Anggaran 2025 dengan fokus penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mewujudkan desa pesisir tangguh bencana di Negeri Waai, yang diketuai oleh Joanna Cristy Patty.

Lebih dari sekadar pemasangan alat, kegiatan ini juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan. Tim FMIPA UI memberikan pendampingan agar masyarakat mampu mengoperasikan dan memanfaatkan sistem EWAS secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari.

“Keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya diukur dari teknologi itu sendiri, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam memanfaatkannya. Sehingga, kami tidak hanya menghadirkan teknologi, tetapi juga berupaya memberdayakan masyarakat agar lebih tanggap terhadap bencana dengan mengoperasikan EWAS ini,” tambah Supriyanto.

Kolaborasi ini mendapat apresiasi dari Fakultas Kesehatan UKIM. Dekan Fakultas Kesehatan UKIM Ambon, Ns. Dene F. Sumah, M.Kep., Sp.Kep.MB., menilai sinergi antar-perguruan tinggi menjadi kunci dalam menghadirkan inovasi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Kolaborasi ini sangat berarti bagi penguatan kesiapsiagaan dan pemberdayaan masyarakat, sekaligus mendukung upaya Fakultas Kesehatan UKIM dalam meningkatkan keselamatan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Selama pelaksanaan kegiatan, Supriyanto bersama tim—Adde Nugroho, S.T., dan Ari—terlibat aktif sejak tahap perencanaan hingga implementasi. Pendampingan mencakup pengembangan ide teknologi, perancangan program pemberdayaan masyarakat, penyusunan proposal, perencanaan keuangan, pemenuhan luaran kegiatan, hingga penguatan jejaring kerja sama dengan berbagai mitra.

Kehadiran EWAS di Negeri Waai dan Pulau Nusalaut menjadi langkah konkret FMIPA UI dan UKIM dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan gempa. Dari kampus ke pesisir, teknologi hadir sebagai bagian dari upaya membangun ketangguhan bersama.

Bagikan ini ke:
Berita Lainnya